Uqudul Lujain - Kitab Rumah Tangga

- Posted in Islam by - Permalink

Kitab Uqudullijain, Panduan Berumah Tangga

Saat bulan Ramadan tiba, ada satu kitab, karya Syaikh Muhammad bin Umar Nawawi al Bantani al-Jawi yang sering dibaca oleh kiai Pesantren kepada santri-santrinya. Yaitu kitab Syarah 'Uqud al-Lijain fi Bayani Huquq al-Zawjain. Kitab ini menjelaskan panduan siangkat dalam mengarungi bahtera rumah tangga sepasang suami istri.

Menurut Pengurus MUI Jawa Tengah, Dr In’amuzzahidin MAg, di antaranya adalah:

1)Menjelaskan tentang hak hak seorang istri terhadap suaminya. Yaitu mendapatkan perlakuan yang baik, ongkos dan mahar istri, mendapatkan perhatian yang adil, dan mendapatkan pengajaran atas kewajiban syariat yang terbeban baginya.

2)Menjelaskan hak hak suami terhadap istrinya. Yaitu berbaktinya istri kepada suami, mendapatkan pelayanan yang baik, memasrahkan diri seorang istri kepada suaminya, senantiasa di rumah dan menjaga kehormatannya, menjaga dirinya dari pandangan laki-laki lain, dan menjaga dari harta haram suaminya, serta tidak berdusta haid terhadap suami.

3)Menjelaskan keutamaan salatnya seorang perempuan di rumahnya sendiri, karena dikhawatirkan menimbulkan fitnah bagi kaum laki-laki. Karena itu, perempuan yang akan ke masjid harus seijin suami, tidak bersolek dan tidak memakai wewangian. Sedangkan wanita tua yang tidak menimbulkan fitnah tidak masalah shalat si masjid.

4)Menjelaskan tentang haramnya seorang laki-laki melihat perempuan lain yang bukan mahram, dan begitu juga sebaliknya.

"Dalam banyak kajian yang ditulis Imam Nawawi, seorang istri seolah tidak bisa melawan kehendak suami. oleh beberapa pihak, Kitab ini dikritik tidak menghargai hak hak perempuan. Terlepas dari pro kontra, imam nawawi al Bantani selalu mendasarkan tulisannya dengan hadis hadis Nabi dan pendapat ulama'," kata Dosen Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (Fuhum) UIN Walisongo Semarang ini.

Ada satu hal penting yang dapat membuat rumah tangga jadi kekal abadi, yaitu sabar atas segala ujian dan cobaan yang menimpa keduanya. Kata Rasul, siapa yang sabar atas buruknya akhlak istrinya, maka ia mendapat pahala sebagaiman pahala yang diberikan kepada Nabi Ayyub as.

Dikisahkan, lanjut In'amuzzahidin, suatu ketika ada seorang sahabat yang akan curhat keburukan prilaku istrinya kepada Sahabat Umar bin khathab. Sesampainya di rumah Umar, ternyata ia mendengar istri umar sedang marah marah keras kepada Umar dan umar pun mendiamkannya. Begitu mendengar itu, orang ini tidak jadi ingin konsultasikan kepada Umar. Dalam hatinya, kalau amirul mukminin saja seperti ini nasibnya, maka bagaimana denganku.

Saat ia berpaling akan pulang meninggalkan rumah Umar, umar pun memanggilnya dan bertanya. "Ada apa denganmu?kok tidak jadi masuk ke rumahku?. Begini Umar, semestinya, saya akan curhat tentang kelakuan jelek istriku. Tapi setelah mendengar engkau dimarahi istri, aku tidak jadi curhat kepadamu. Begini ya, Umar menjelaskan. Kenapa saat istriku marah, aku mendiamkannya. Karena tiap hari ia memasakkan makanan untukku, mencuci pakaianku, dan menyusui anak anakku. Padahal semua itu adalah kewajibanku. Karena itulah, aku diam. Sabarlah dengan istrimu, dan bertahanlah dengan istrimu. "Karena itu tidaklah lama masanya. Semoga Allah berikan kita keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Amin," pungkasnya.

Uqudul Lujain Kitab Rumah tangga